Jumat, 20 November 2009

PENGAMBILAN CONTOH TANAH UTUH UNTUK ANALISIS FISIK, KERAPATAN LIMBAK RUANG PORI TOTAL DAN PENGUKURAN KEKUATAN TANAH

LAPORAN PRAKTIKUM
ILMU TANAH




PENGAMBILAN CONTOH TANAH UTUH UNTUK ANALISIS FISIK,
KERAPATAN LIMBAK RUANG PORI TOTAL DAN PENGUKURAN KEKUATAN TANAH










FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS NASIONAL
J A K A R T A
2 0 0 9




PENGAMBILAN CONTOH TANAH UTUH UNTUK ANALISIS FISIK,
KERAPATAN LIMBAK RUANG PORI TOTAL DAN PENGUKURAN KEKUATAN TANAH

I. Tujuan
Untuk mengetahui nisbah luas, bobot tanah, bobot kering tanah, kerapatan limbak/isi, dan isi tanah.

II. Dasar Teori
Pengambilan contoh tanah sangat mempengaruhi tingkat kebenaran hasil analisa di laboratorium. Metode atau cara pengambilan contoh tanah yang tepat sesuai dengan jenis analisis yang akan dilakukan merupakan persyaratan yang perlu diperhatikan.

PENGAMBILAN CONTOH TANAH UNTUK ANALISIS FISIK
Untuk analisis fisik tanah diperlukan tiga macam contoh tanah, yaitu :
1. Contoh tanah utuh untuk penetapan-penetapan kerapatan limbak, susunan pori tanah,
pH dan permeabilitas.
2. Contoh tanah dengan agregat utuh untuk penetapan kemantapan agregat dan nilai
Cole.
3. Contoh tanah biasa atau contoh tanah terganggu untuk penetapan-penetapan kadar air, tekstur dan konsistensi.
Pengangkutan contoh tanah terutamauntuk penetapan kerapatan limbak, pH dan permeabilitas harus hati-hati. Guncangan-guncangan yang dapat merusak struktur tanah harus dihindarkan. Dianjurkan untuk menggunakan peti khusus yang besarnya disesuaikan dengan ukuran dan jumlah tabung.
Waktu penyimpanan perlu diperhatikan. Contoh tanah yang terlalu lama dalam ruang yang panas akan mengalami perubahan, karena terjadi pengerutan dan aktivitas jasad mikro. Sebaliknya contoh tanah disimpan dalam ruangan yang lembab (kelembaban relatif kurang lebih 90 % dan suhu kurabg lebih 18 % dengan variasi cukup kecil.


III. Bahan dan Alat
a. Tabung kuningan atau besi (dengan syarat tebal tabung mempunyai nisbah luas < 0,1. hal ini untuk mencegah terjadinya tekanan mendatar).
Nilai Nisbah Luas dapat diperoleh dari persamaan :
D2l – D2d
NL =
D2d
Keterangan : NL : Nisbah Luas
D2l : Diameter permukaan luar
D2d : Diameter permukaan dalam
Tiap tabung dilengkapi dengan sepasang tutup plastik. Tempat menyimpan tabung-tabung adalah peti khusus dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran dan jumlah tabung.
b. Sekop, cangkul, pisau yang tajam dan tipis dan atau gergaji triplek.

IV. Metode
a. Ratakan dan bersihkan lapisan tanah yang akan diambil, kemudian letakkan tabung tegak pada lapisan tanah tersebut.
b. Gali tanah sekeliling tabung dengan sekop / pisau.
c. Iris tanah dengan pisau hampir mendekati tabung.
d. Tekan tabung sampai 3/4 bagiannya masuk ke dalam tanah.
e. Letakkan tabung lain tepat diatas tabung pertama, kemudian tekan lagi sampai bagian bawah dari tabung kedua masuk ke dalam tanah kira-kira 1 cm.
f. Tabung beserta tanah didalamnya di gali dengan sekop / pisau.
g. Pisahkan kedua tabung dengan hati-hati, kemudian potonglah tanah kelebihan yang ada pada bagian atas bagian bawah tabung sampai rata.
h. Tutup tabung dengan plastik.










PENETAPAN KERAPATAN LIMBAK DAN RUANG PORI TOTAL
Kerapatan limbak adalah bobot kering, suatu isi tanah dalam keadaan utuh yang dinyatakan dalam g/cm3. Isi tanah terdiri dari bahan padatan dan isi ruangan diantaranya. Bagian isi tanah yang tidak berisi oleh bahan padat, baik bahan mineral maupun bahan organik disebut ruang pori tanah.
Ruang pori tanah adalah isi seluruh pori-pori dalam suatu isi tanah yang utuh yang dinyatakan dalam persen, yang terdiri atas ruang diantara zarah pasir (sand), debu (silt), liat (clay) serta ruang diantara agregat-agregat tanah.
Kerapatan Limbak
Ruang Pori Total = [ 1 – ] x 100 %
Kerapatan Jenis Zarah
Untuk mendapatkan kerapatan jenis zarah tidaklah mudah, karena variabel ini merupakan fungsi dai nisbah antara komponen mineral dan bahan organik tanah. Untuk komponen mineral tanpa memperhatikan banyaknya Fe dan mineral-mineral berat, keapatan jenis zarah adalah 2,65 (angka rata-rata). Sedangkan untuk bahan organik dari tanah normal (tanah gambut) diambil rata-rata 1,45. Jika kadar bahan organik > 1 %, kerapatan jenis tanah harus dikurangi dengan 0,0 untuk tiap bahan organik. Tetapi untuk tanah gambut, hal ini tidak berlaku karena harus dilakukan pengukuran langsung.
Metode pengerjaan untuk mendapatkan Kerapatan Limbak (Bulk Density) adalah sebagai berikut :
1. Bobot tabung sebelumnya sudah diketahui (Y gram).
2. Pengambilan contoh dari lapang dilakukan dengan tabung kuningan (lihat cara pengambilan contoh tanah utuh).
3. Timbang contoh tanah tadi dengan tabungnya (A gram).


4. Bobot Tanah (A – Y) gram.
5. Tetapkan kadar airnya (P %) 5 %
(A – Y) x 100
6. Bobot kering tanah =
P + 100
Bobot kering tanah
7. Kerapatan Limbak/isi =
Isi tanah
8. Isi tanah = isi tabung = 22/7 . r2 . t

V. Hasil Praktikum
Hasil yang didapat dari praktikum “Pengambilan contoh tanah utuh untuk analisis fisik, kerapatan limbak ruang pori total dan pengukuran kekuatan tanah”, adalah :
Dik:
• Berat ring kosong = 165 gr
• Diameter luar ring = 8,74 cm
• Diameter dalam ring = 8,31 cm
• Jari – jari ring dalam = 4,16 cm
• Berat ring + isi = 637 gr
• Bobot tanah = 637 gr – 165 gr
= 472 gr
• Tinggi tabung = 5,07 cm
Keterangan : Y = ring kosong
A = ring + tanah
P = kadar air (5 %)
r = jari-jari ring dalam
t = tinggi tabung





( A – Y ) x 100
P + 100
 bobot kering tanah =

= (637 gr – 165 gr) x 100
25 + 100

= 377,6 gr
 isi tanah = isi tabung
= 3,14 x r2 x t
= 3,14 x (4,16)2 cm x 5,07 cm
= 275,57 cm3
 bobot kering tanah
kerapatan limbak / isi =
isi tanah

= 377,6 gr
275,57 cm3
= 1,37 gr/cm3

D2l – D2d
NL =
D2d

8,74 – 8,31
NL =
8,31

0,43
=
8,31

= 0,052








VI. Pembahasan
Dari hasil praktikum ini dapat didefinisikan bahwa sebagai tubuh alam yang memiliki sistem tiga fase yang mengandung air, udara, bahan-bahan mineral dan bahan organik serta jasad-jasad hidup yang berpengaruh pada faktor lingkungan terhadap permukaan bumi dan jangka waktu tertentu akan membentuk berbagai hasil perubahan yang memiliki ciri yang khas tertentu, sehingga memiliki peran sebagai tempat tumbuh bermacam-macam tanaman. Tanah tersusun dari air, udara dan bagian padat yang terdiri dari bahan-bahan mineral dan organik. Perbandingan air dan udara yang terkandung dalam tanah selalu berubah-ubah, hal ini dipengaruhi iklim dan faktor lainnya. Tanah merupakan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan makluk hidup yang ad di Bumi.
Tanah digunakan sebagai medium pertumbuhan tanaman yang mampu menghasilkan makanan, sandang, obat-obatan serta keperluan lainnya yang diperlukan oleh makluk hidup. Praktikum ini dilakukan di belakang laboratorium Bambu Kuning dan didapatkan data analisis tanah yang didapat dengan Nisbah Luas (NL) 0,052. Berat ring 165 gr, dan berat isi 637 gr, didapat bobot tanah sebesar 472 gr. Dengan bobot kering tanah 377,6 gr dan isi tanah 275,57 cm3, didapat kerapatan limbak/isi sebesar 1,37 gr/cm3. .

VII. Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang didapat tidak semua tanah memiliki nilai yang sama karena tergantung pada struktur tanahnya juga. Dan bahan yang menyusun tanah tersebut serta iklim yang membentuk tanah itu.

VIII. Daftar Pustaka
• Sukartono, Inkorena G.S. 2008. Penuntun Praktikum Dasar-dasar Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian Universitas Nasional. Jakarta
• Hardjowigero, Sarwono. 2000. “ILMU TANAH”. PT. Meddiyatama Sarana Perkasa. Jak Sarief Saifuddin.1998. “ILMU TANAH PERTANIAN”. Pustaka Buana. Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar